Rumah Baru
Thursday July 05th 2007, 3:44 pm
Filed under: Jurnal

Ini lho… rumah baru saya… :
aldidas.blogspot.com
silahkan dicoba, mudah-mudahan bermanfaat . . .

Bookmark and Share


New Text Document.txt
Thursday June 28th 2007, 9:45 am
Filed under: Islam

tertegun terduduk sendiri
menunggu sebuah tugas terselesaikan
memperhatikan sinar matahari surut perlahan

terang jingga berubah enggan perlahan
menjadi ungu kehitaman

wahai matahari, sudahlah…
waktumu hari ini sudah habis

angin senja menari-nari di pelipis ini
sesekali menerbangkan ujung rambut pendek lurusku

alunan merdu muadzin mengumandangkan adzan
semakin mengentarakan kenikmatan
bahwa Engkau masih terus Mengurusku
Membiarkan telingaku mendengar adzan-Mu dengan sempurna
memang segala puja-puji hanya Engkau yang pantas menerima

kendaraan lalu-lalang
mulai membiarkan lampu besarnya garang menyala
membunuh aspal jalanan
karena pengendaranya resah dilanda rindu
iya..
betul-betul rindu pada anak-anak di rumah
yang menanti sang ayah pulang dari kerja

satu lagi hari habis
satu hari lagi jatahku menipis
dan Engkau memang Maha Besar

Allahu Akbar Allahu Akbar
Asyhadu alla ilaha illallah
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
Hayya ‘alash sholah - Hayya ‘alash sholah
Hayya ‘alal falah - Hayya ‘alal falah
Allahu Akbar Allahu Akbar
La ilaha illallah

(gak tau kenapa, blog ini jadi album puisi . . . tapi, memang fenomena maghrib itu luar biasa !!! sayang dilewatkan begitu saja, Allahu Akbar !!!)

Bookmark and Share


let the brush kill the canvas
Tuesday June 26th 2007, 8:58 am
Filed under: Puisi

Weird

berpuisi dengan kuas . . .

Bookmark and Share


pelangiku . . .
Sunday June 17th 2007, 9:58 pm
Filed under: Puisi

apa kabar pelangiku?
sudah lama tidak melihatmu
bahkan, maafkan aku
jika aku sempat lupa urutan warnamu

walau hujan gerimis sering hadir
tapi kenapa dirimu jarang muncul?
sering aku sengaja menunggumu
senja demi senja
tapi kau tidak hadir disitu

pelangiku,
kamu harus tahu,
bahwa guratan warnamu sudah lama tidak mewarnai senjaku
bahwa guratan warnamu sudah lama tidak menghiasi gerimisku

pelangiku,
sepertinya sudah habis masaku untuk menunggu
karena warnamu sudah tidak menghangatkan lagi
maafkan aku pelangiku,
karena ceriamu telah habis tertutupi senjaku

pelangiku, selamat tinggal ya?
karena lembayung senja terasa lebih hangat,
dan bisa hadir tanpa menunggu gerimis
maka aku akan melupakanmu oh pelangiku
aku akan lebih banyak bercengkrama dengan lembayung senja

pelangiku,
mungkin ini senja terakhir aku menunggumu

(maafkan aku pelangi, aku benar-benar suka lembayung senja . . .)

Bookmark and Share


untuk sang senja
Thursday June 14th 2007, 12:33 am
Filed under: Puisi

Senja kali ini tidak jingga seperti biasanya

Senja kali ini ungu
Membiru

Entah lebam nanar tertonjok sang sedih

Atau memang hati senja sedang bersendu-ungu berharu-biru

Tidak menyisakan sedikitpun sakit sedihnya pada matahari

Atau sekadar mencoba sedikit berbagi pada bulan yang baru menyembul sedikit

Semua cukup ditelan sendiri

Burung-burung walet pun ikut berurai airmata

Walau senja tidak merasa,

Karena burung-burung itu mengerti betul perasaan sang senja

Ah senja
Seandainya aku bisa ada disitu, menemanimu

Walau hanya sekedar mendengar keluh-kesahmu

Tentu tidak perlu seungu itu warnamu

Dan
Mungkin jinggamu masih menyala terang

Maafkan aku, senjaku

Aku sedang sibuk, sangat sibuk

Bahkan hanya untuk sekedar membelai ujung rambutmu

Atau hanya untuk sekedar memeluk desir anginmu

Ah senja
Kapan aku bisa hadir lagi?
Esok sorekah?

Masih bolehkah aku hadir?

Ah senja
Aku rindu masa-masa dimana kita selalu punya waktu luang untuk bercengkrama

Berbagi cerita,

Berbagi berita,
bahkan berbagi penganan kecil

Yang dulu selalu aku bawa di dalam kantong mungil

Penganan kecil yang khusus kubawa untukmu

Ah senjaku, sudahlah

Lupakan ungu membirumu

Kamu sungguh terlihat cantik jika saja jingga warnamu hadir kembali

Ayolah, kenakan lagi lembayung kesayanganmu

Aku hanya ingin senjaku sejingga dulu

Aku hanya rindu senjaku yang dulu

"maaf - sedang melankolis"

Bookmark and Share


b a h k a n
Wednesday June 06th 2007, 2:47 am
Filed under: Puisi

gundah hati mengguncang lagiJatuhhh

mengerang lagi
menggiring diri menepi dari deru
dan coba meyakinkan
bahwa aku mampu

tenang.. tenang..
semua sudah direncanakan-Nya

bahkan

centilnya lembayung nila ungu yang mulai memudar
maupun lembut kelabunya sang rembulan yang mulai muncul
belum mampu menggerakkan sedikit senyum disini
senjapun berlalu berganti malam

aku cuman manusia kecil yang berpakaian serba hitam

jenuh diterpa angin malam

dan berusaha melepaskan penat pikiran dalam lengangnya jalanan menjelang malam

Ibu - Bapak, yang selalu kurindu, iringilah jalanku ini dengan bisikan lembut doa-doamu

Ya Allah Ya Rabbii… tuntun tangan kecilku ini, ajari aku berjalan, langkahku masih tertatih

Bookmark and Share


r e - o r i e n t a s i
Sunday June 03rd 2007, 9:34 pm
Filed under: Islam

takkan kubiarkan seseorang menggantikan-Mu

takkan kubiarkan sesuatu menggeser-Mu

takkan kubiarkan hatiku tergerak menjauhi-Mu

takkan kubiarkan tubuhku tergadai untuk selain-Mu

Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi karunia.

Ya Allah, janganlah Engkau siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Allah, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Allah, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kamj, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir.

Bookmark and Share


Berdiri di Tepian Ragu
Friday June 01st 2007, 3:48 am
Filed under: Puisi

Berdiri di tepian ragu

Masih bingung, hendak melangkah atau malah mundur

Melangkah berarti masuk, jatuh ke sungai deras tak bertuan

Mundur berarti mengumumkan pada dunia

Bahwa aku pengecut

Bookmark and Share


ordinary people
Tuesday May 29th 2007, 9:24 pm
Filed under: Jurnal

kok kenapa saya harus menjalani hidup seperti ini??? Beda jadwal libur?? beda jadwal kerja?? kenapa beberapa hal belakangan ini nampak begitu berat?? Please… i just want to be an ordinary people…

eit tunggu… heniiiinnngggg… (ceritanya lagi mikir)

hidup ini bukan cuma untuk jadi yang "ordinary" saja…orang-orang luar biasa yang tercatat dalam sejarah juga memiliki hidup yang luar biasa…hidup mereka tidak sama dengan kehidupan orang lain disekitarnya… because of that, i don’t want to be just an ordinary people…

Bookmark and Share


everyday life . . .
Friday May 25th 2007, 12:03 am
Filed under: Jurnal

Img_4024_1
Img_4036_waiting_in_blueImg_4030_1

Img_4045
All photos taken by Daus

Bookmark and Share